Seorang kawan yang akan mutasi merasa kurang pas dengan kebijakan organisasi yang telah dibuatnya. “Demi mengamankan keberhasilan operasional, stafnya jadi kurang kesempatan untuk berkembang di pekerjaan lain,” demikian ceritanya kepada saya pada suatu siang.
Dari sudut pandang saya, ini sebuah dilema. Sebagai manager sebuah unit operasi yang jika hasilnya benar itu sudah biasa dan jika ada salah akan diinjak-injak, dia punya pilihan yang sama-sama beratnya.
Menjamin operasional aman dengan memberikan kacamata kuda kepada para stafnya, artinya mengurangi kesempatan mereka berkembang dan dikenal di pekerjaan yang lain, atau sebaliknya operasional harus diamankan dengan energi yang lebih babak belur.
Tapi bagaimanapun juga, pilihan harus ditetapkan dan kemudian dijalankan. Saya pikir, inilah kondisi terbaik, kondisi yang kita miliki saat ini, bukan yang sedang atau selalu diidamkan.
Pas atau tidak akan ketahuan setelah kita menimbang pilihan, mengambil keputusan, dan melaksanakannya. Untuk dapat melakukan itu semua sudah barang tentu dibutuhkan kearifan pikir dan wawasan yang luas yang hanya bisa didapat dari pengalaman orang lain yang ditularkan lewat cerita, buku, atau teori dan pengalaman sendiri.
Jika seperti ini alurnya, rasanya saya tidak perlu takut untuk mencoba dan gagal. Saya cuma butuh keberanian mencoba, keberanian menerima apapun hasil yang akan didapat, energi yang lebih untuk berusaha.
Kawan, engkau telah melakukan yang terbaik. Butuh keberanian yang tidak sedikit untuk mengambil resiko. Dalam hal ini, kaulah teladan buat saya dan rekan-rekan yang lain disini.
Semoga sukses ditempat yang baru.
Welly Ardhana Aha!! keberanian, keputusan, kerja