Hari-hari belakangan ini gelap lebih cepat datang, lepas jam 3 sore sudah redup, malah kadang matahari tidak muncul sejak pagi hari. Tetes hujan lebih memiliki kemungkinan turun di hari-hari begini. Jika sudah begitu, tidak sedikit gerutu yang muncul.

Makan siang terhambat lah, jalanan macet lah, banjir lah, pulang telat lah. Semuanya tentang aku, aku, dan hanya aku. ‘Aku’nya manusia. Tapi tidak ditempat lain. Bagi mereka hujan membawa berkah. Lihat saja ojeg payung, tukang becak, atau sopir angkot. Hujan memudahkan jalan mereka mengais rejeki.

IMG_2571

‘Aku’nya saya pun masih sering muncul menggelapkan mata. Gerutu-gerutu datang silih berganti. Ah… dasar aku. Hingga tak menyadari flamboyan (Delonix regia) berbunga indah dijalanan yang tiap hari dilewati.