
Ada yang bilang, seni adalah olah rasa. Panca indera menangkap semua rangsangan yang terjadi untuk dikirimkan ke otak dan hati yang kemudian dikembalikan lagi ke lingkungan melalui indera lewat bentuk yang berbeda. Tapi ah… saya bukanlah seorang yang paham akan hal itu pun juga mahir. Saya cuma mengandalkan rasa dan logika tapi juga tidak lepas dari tuntunan religi yang saya anut.
Sama dengan cabang seni yang lain, bagi saya foto juga merupakan media mengolah rasa yang membutuhkan kepekaan. Semakin banyak merasa, semakin pekalah seseorang, ini berarti semakin lebar jalan untuk membuat karya yang bernilai. Untuk itu rasa perlu senantiasa diberi asupan gizi yang cukup guna mempertahankan levelnya, bahkan meningkatkannya.
Biasanya, asupan itu saya dapatkan dengan melihat foto-foto yang ada diinternet, majalah, atau dimanapun. Membaca buku juga gizi yang bagus. Tapi yang paling asyik adalah mendatangi tempat-tempat yang menyajikan nuansa kreativitas yang tinggi karena banyak hal yang tidak terbayangkan sebelumnya dapat ditemui.
Seperti yang saya temui di Malioboro beberapa waktu lalu bersama seorang kawan. Kami masih dapat menyaksikan sisa-sisa event murak disepanjang jalan yang terkenal di Jogja itu yang bertemakan kepahlawanan. Geli, kagum, semangat menderu menyatu saat menikmati lembar demi lembar triplek yang menjadi medianya. So emosional…

Lalu, apa cara menjaga level kreatifitas Anda ?
by ui
24 Nov 2009 at 09:00
keren!! idenya itu loh… hihi….apalagi penempatannya jg di pinggir jalan raya, jadi share kreativitas jg….termasuk mas welly yg ketularan neh…
by eva oktaviani
24 Nov 2009 at 17:20
keren keren….
wituwiwitttttt…
Pingback
by Biaya Kreatifitas at Photos, books, and thoughts
25 Nov 2009 at 06:20
[...] sering kebingungan menuliskannya harus menggunakan huruf ‘F’ atau ‘V’). Lihat saja oleh-oleh saya dari Jogja kemarin (jelas bukan [...]
by Tionghoa
08 Dec 2009 at 17:14
Sep… Keren idenya……