Pernahkah Anda tiba-tiba saja mendapatkan ide untuk membuat sesuatu yang mungkin lain dari pada yang lain ? Tiba-tiba saja semangat menjadi membara dan adrenalin memuncak. Makan tak hendak, tidur tak nyenyak, pikiran menghentak. Kreatifitas sungguh membuncahkan jiwa.

Seiring waktu, saya jadi salut dengan mereka-mereka yang berani mengungkapkan ide kreatifnya itu kedalam dunia nyata. Memaksanya keluar dari kungkungan limitasi realita yang ada. Bukankah butuh suatu keberanian tersendiri untuk mengadakan sebuah even pentas jazz di tengah-tengah pedesaan yang selama ini mengenal budaya mereka sendiri seperti acara Ngayogjazz 2009 kemarin yang sempat saya datangi berbasah-basah ? Salut buat penggagasnya (kl gak salah pak Djaduk ya —CMIIW ).

Ah kenapa beberapa hari ini pikiran saya tidak pernah beranjak dari persoalan kreatifitas (yang saat ini saya sering kebingungan menuliskannya harus menggunakan huruf ‘F’ atau ‘V’). Lihat saja oleh-oleh saya dari Jogja kemarin (jelas bukan bakpia!!).

Lalu saya teringat percakapan dengan kawan baru tentang sebuah konsep foto unik yang dia siapkan dan akan dieksekusi diseputaran Parangtritis dengan tema seputar air api karang.  Detil sudah tergambar jelas di imajinasinya. Bahkan hingga dari mana dia harus mengambil foto dan alat apa saja yang dibutuhkannya. Dan itu harus dipikulnya karena misi yang diusung adalah pribadi. Wow…. Inikah yang disebut dengan biaya kreatifitas ?

Saya percaya jawabnya adalah YA! Setiap kreatifitas selalu membutuhkan biaya, bahkan setitik keberanianpun adalah sebuah biaya karena kata biaya tidak hanya terkait dengan dongeng tentang rupiah saja. Karenanya tidak punya uang bukanlah 100% masalah dalam sebuah kreatifitas.

Jadi, tunggu apa lagi, mari bersama melarutkan diri kedalam dunia yang lebih kreatif. Apa ide kreatifmu hari ini ?