<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Something to be felt</title>
	<atom:link href="http://wellyardhana.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wellyardhana.com/blog</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 08:04:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menyesal jika lewatkan tumpukan ini</title>
		<link>http://wellyardhana.com/blog/2010/06/17/menyesal-jika-lewatkan-tumpukan-ini/</link>
		<comments>http://wellyardhana.com/blog/2010/06/17/menyesal-jika-lewatkan-tumpukan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 20:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Welly</dc:creator>
				<category><![CDATA[BookNotes]]></category>
		<category><![CDATA[andrea hirata]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[NCC]]></category>
		<category><![CDATA[padang bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Pramodya Ananta Noer]]></category>
		<category><![CDATA[recommended books]]></category>
		<category><![CDATA[Rene Suhardono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wellyardhana.com/blog/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[


Entah sudah berjalan berapa lama tapi yang jelas mengunjungi toko buku seperti hukum wajib setiap bulan. Buruknya, selalu saja ada pembenaran untuk tidak melewatkan kesempatan itu tanpa membawa pulang sebuah bukupun. Jelas ini berarti saya harus korek kocek lebih dalam sambil tak henti-hentinya berdoa semoga hal ini bermanfaat baik sekarang maupun masa mendatang.
Semua buku yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=4157576&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=407683568748&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=407683568748&amp;id=815514136"><img class="alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs201.snc3/20865_418415934136_815514136_4157576_5075942_a.jpg" alt="" width="180" height="240" /></a></p>
</div>
<p>Entah sudah berjalan berapa lama tapi yang jelas mengunjungi toko buku seperti hukum wajib setiap bulan. Buruknya, selalu saja ada pembenaran untuk tidak melewatkan kesempatan itu tanpa membawa pulang sebuah bukupun. Jelas ini berarti saya harus korek kocek lebih dalam sambil tak henti-hentinya berdoa semoga hal ini bermanfaat baik sekarang maupun masa mendatang.</p>
<p>Semua buku yang sempat saya bawa pulang adalah istimewa, setidaknya karena dia menjadi pilihan untuk saya baca diantara sekian banyak yang disediakan di toko. Dan demikian juga mereka saya perlakukan dirumah. Istimewa!</p>
<p>Satu keistimewaan lagi adalah membagikan infonya disini. Silakan dicermati beberapa buku istimewa berikut, tapi hati-hati tumpukan ini dapat menyebabkan pengeluaran tak terduga dan gangguan keuangan bulan ini.</p>
<ul>
<li>Bumi Manusia &#8211; Pramoedya Ananta Toer, buku pertama dari Tetralogi Buru yang baru usai dibaca minggu lalu. Sesal yang muncul pertama kali setelah menutup lembar terakhirnya. Sesal karena sangat terlambat saya menyadari begitu indahnya Pak Pram mengaduk-aduk hati ini.</li>
<li>Ronggeng Dukuh Paruk &#8211; Ahmad Tohari, kabarnya buku ini juga pernah mengalami nasib serupa dengan Bumi Manusia. Dicekal.Belum ada catatan yang bisa saya sampaikan disini karena buku inilah yang akan segera saya eksekusi (baca).</li>
<li>Who Move My Cheese &#8211; Spencer Johnson, M.D., keberadaannya telah lama dilemari tp saya masih cukup mengingat cerita tentang motivasi untuk melihat perubahan dan antisipasinya.</li>
<li>Your Job Is Not Your Career- Rene Suhardono, buku yang unik. Karena terdiri dari 2 buku yang dikemas menjadi satu paket dan satu harga. Isinya pun tak kalah. Mampu membalikkan pemahaman tentang apa yang sehari-hari dipahami dalam bekerja.</li>
<li>Step by Step Cake Decorating dengan Fondant &#8211; Natural Cooking Club, hadiahkan buku ini ke istri dan kejutan besar akan segera datang <img src='http://wellyardhana.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>The Farm &#8211; Tony Wolf, cerita tentang dunia pertanian dan 60 flapnya selalu bikin si kecil penasaran.</li>
</ul>
<div>
<img class="alignright" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px; border: 0px initial initial;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs511.ash1/30173_416188729136_815514136_4101601_643277_a.jpg" alt="" width="180" height="286" /></div>
<p>Selain yang sudah disebutkan itu, saat ini saya sedang menantikan dua buah buku menarik yang kabarnya tidak lama lagi akan menghiasi toko buku di seluruh Indonesia yaitu Dwilogi Padang Bulan oleh <a title="http://andrea-hirata.com" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=407683568748&amp;h=86f36b74be440d0e51a8b0976cee9685&amp;url=http%3A%2F%2Fandrea-hirata.com" target="_blank">Andrea Hirata</a>. Bisik-Bisik yang saya terima, grand launchingnya bakal diadakan tanggal 17 Juli 2010 nanti. Ah semoga saya masih kebagian dikesempatan pertama.</p>
<p>BTW, apa buku istimewa Anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wellyardhana.com/blog/2010/06/17/menyesal-jika-lewatkan-tumpukan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UN&#8230; Terima kasih Ibu</title>
		<link>http://wellyardhana.com/blog/2010/03/29/un-terima-kasih-ibu/</link>
		<comments>http://wellyardhana.com/blog/2010/03/29/un-terima-kasih-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 07:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Welly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aha!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wellyardhana.com/blog/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah Ujian Nasional (UN) untuk SMU sudah lewat. Betapa lega mereka yang berhasil melaluinya. Dan tinggal menanti saatpengumuman hasil beberapa saat kedepan. Beberapa mungkin mengisi hari-hari penantian ini dengan melepas penat, tapi beberapa lagi barangkali sudah berancang-ancang untuk menata langkah meraih masa depan lebih baik.
Saya teringat berpuluh tahun yang lalu. UN merupakan hajatan besar bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah Ujian Nasional (UN) untuk SMU sudah lewat. Betapa lega mereka yang berhasil melaluinya. Dan tinggal menanti saatpengumuman hasil beberapa saat kedepan. Beberapa mungkin mengisi hari-hari penantian ini dengan melepas penat, tapi beberapa lagi barangkali sudah berancang-ancang untuk menata langkah meraih masa depan lebih baik.</p>
<p>Saya teringat berpuluh tahun yang lalu. UN merupakan hajatan besar bagi siswa-siswi waktu itu.  Pertaruhan hasil kegiatan belajar selama beberapa tahun yang tak kenal lelah. Sungguh saat itu kami jauh dari pikiran untuk protes karena tidak <em>fair</em> menggunakan sistem itu. Entah karena tidak berani, tidak punya waktu untuk berpikir itu ataupun karena tidak pernah diberikan opsi untuk mempertibangkan faktor <em>fair</em> ataupun tidak.</p>
<p>Padahal, bagi kami nilai yang akan keluar nantinya tidak lebih akan menjadi gumaman-gumaman kumbang di tengah taman bunga. Ada yang berteriak kegirangan, ada yang berangkulan, ada yang tak percaya temannya yang tidak disangka sejak awal berhasil mendapat nilai tertinggi, dan beragam ekspresi lainnya.</p>
<p>Saya yakin kini masih sama. Bedanya banyak opsi yang bisa dimiliki oleh otak cemerlang para siswa sekarang. Menerima untuk kemudian berlaku jujur menjalaninya, menolak karena merasa tidak fair, tapi toh tetap saja harus mengikutinya dengan mencoba mengambil jalan pintas (mencuranginya) dan lain-lain. Penyelenggara UN pun sekarang harus lebih teliti karena banyak lembaga-lembaga pengawas yang siap untuk memonitor kerja mereka 24 jam tanpa lelah agar tidak terjadi penyimpangan.  Dan semuanya pun berharap hasilnya akan lebih baik dari tahun ke tahun.</p>
<p>Mengenai hasil yang lebih baik, bagi saya tidak ada bisa menandingi apa yang dilakuakan oleh Ibu. Setiap memasuki waktu ujian baik EBTA, EBTANAS (nama UN waktu itu), atau THB (Test Hasil Belajar) tiap empat bulan, ibu membuat jadwal spesial buat saya. Alih-alih menyenangkan, yang ada hanyalah  membosankan menurut saya waktu itu.</p>
<p>Dihari-hari biasa, saya dan ibu sudah punya kesepakatan tentang jadwal kegiatan sehari-hari, demikian juga dengan kakak. Masing-masing punya tugas rumah tersendiri. Begitu jadwal ujian datang, maka resmilah jadwal kegiatan baru saya, makan &#8211; mandi &#8211; shalat &#8211; dan belajar ! Kegiatan lain tidak!!!</p>
<p>Ada saat-saat saya ingin berontak dikala itu, tapi apa daya. Saya tidak mau jadi batu seperti si Malin Kundang!  Dan itulah yang terjadi selama bertahun-tahun setiap ada ujian.</p>
<p>Pun demikian saat saya sudah bersekolah jauh dari orang tua. Walau tidak ada ibu disana, kegiatan keseharian berubah dengan banyak membaca buku pelajaran. Rupanya, &#8216;keterpaksaan&#8217; itu menancap dalam dan membentuk perilaku khusus setiap menghadapi ujian. Walau pelaksanaannya sudah berubah jauh karena saya lebih santai di kamar kos dengan bebunyian dari radio.</p>
<p>Sekarang, sekolah saya bukanlah duduk dibangku kelas lagi. Sekolah saya adalah dunia ini. Dunia, interaksi, dan semua problematikanya. Saya sangat berharap sekali ibu akan selalu ada. Paling tidak semangat, yang akan saya turunkan ke cucunya, tentunya dengan penyesuaian jaman.</p>
<p>Terima kasih Ibu&#8230;.. Aku kangen&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wellyardhana.com/blog/2010/03/29/un-terima-kasih-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presents for the bride</title>
		<link>http://wellyardhana.com/blog/2010/01/26/presents-for-the-bride/</link>
		<comments>http://wellyardhana.com/blog/2010/01/26/presents-for-the-bride/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 09:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Welly</dc:creator>
				<category><![CDATA[DePhotos]]></category>
		<category><![CDATA[black]]></category>
		<category><![CDATA[couple]]></category>
		<category><![CDATA[prewed]]></category>
		<category><![CDATA[white]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wellyardhana.com/blog/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[I just loved the concept, although not unique, but still challenging imagination. Plus more impressed when a sudden. Brainstorming Friday night, Sunday morning must have photographed. Instead of blocking, it actually becomes gasoline for this burning passion.

Not everyone is going to my pictures arrived with a draft. This is what I like about a pair of Adam this time. The [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I just loved the concept, although not unique, but still challenging imagination. Plus more impressed when a sudden. Brainstorming Friday night, Sunday morning must have photographed. Instead of blocking, it actually becomes gasoline for this burning passion.</p>
<p><a title="IMG_2671b_lo by Welly Ardhana, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/wellyardhana/4266168258/"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4070/4266168258_a1503bc609.jpg" alt="IMG_2671b_lo" width="500" height="500" /></a></p>
<p>Not everyone is going to my pictures arrived with a draft. This is what I like about a pair of Adam this time. The concept has great hands. And when it came out of the warehouse idea, I&#8217;m responsible  to make it real.</p>
<p>Well, nice work with &#8230; because I consider you a couple of colleagues who make dreams come true. I love it &#8230; love it &#8230;.  This is a presents for you &#8230;.</p>
<p>Welcome a new life, hopefully soon get a lot of kids that would not be lonely at home.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wellyardhana.com/blog/2010/01/26/presents-for-the-bride/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan</title>
		<link>http://wellyardhana.com/blog/2009/12/04/tantangan/</link>
		<comments>http://wellyardhana.com/blog/2009/12/04/tantangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 07:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Welly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Expert Vids]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Mikhail Gorbachev]]></category>
		<category><![CDATA[nilai lebih]]></category>
		<category><![CDATA[Stephen Voss]]></category>
		<category><![CDATA[value]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wellyardhana.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Pada level tertentu, membuat foto menjadi tidak semudah telunjuk menekan tombol shutter, tetapi menjadi penuh tantangan karena konsep yang dibangun membutuhkan object yang sulit ditemukan. Ataupun kalau bisa harus melalui usaha yang tidak sedikit. Dan tantangan itulah yang menjadi nilai lebih hasilnya.
Sebuah video yang saya temukan siang ini di Wonderfull Machine Channel yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada level tertentu, membuat foto menjadi tidak semudah telunjuk menekan tombol shutter, tetapi menjadi penuh tantangan karena konsep yang dibangun membutuhkan object yang sulit ditemukan. Ataupun kalau bisa harus melalui usaha yang tidak sedikit. Dan tantangan itulah yang menjadi nilai lebih hasilnya.</p>
<p>Sebuah video yang saya temukan siang ini di Wonderfull Machine Channel yang ada di Youtube menggambarkan situasi itu. Stephen Voss —seorang fotografer dari Washington— sedang menghadapi situasi seperti itu, hanya diberi waktu 90 detik untuk membuat foto Mikhail Gorbachev. Wow.</p>
<p><object width="425" height="344" data="http://www.youtube.com/v/C01cP2v8SEA&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/C01cP2v8SEA&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p>Saya katakan, ini salah satu contoh eksekusi pengambilan gambar yang berhasil. Tapi bukan hanya karena seorang SV saja, melainkan teamwork yang baik dari orang-orang yang berada dibelakang foto tersebut. Petugas yang menyiapkan lighting, art director, administration support, dan MG sendiri yang sangat cooperatif dalam waktu yang singkat. Semua itu berhasil meningkatkan value dari foto yang dihasilkan.</p>
<p>Mari dekatkan diri pada tantangan, karena sebuah fotopun memilikinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wellyardhana.com/blog/2009/12/04/tantangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biaya Kreatifitas</title>
		<link>http://wellyardhana.com/blog/2009/11/25/biaya-kreatifitas/</link>
		<comments>http://wellyardhana.com/blog/2009/11/25/biaya-kreatifitas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 23:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Welly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aha!!]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas]]></category>
		<category><![CDATA[ngayogjazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wellyardhana.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda tiba-tiba saja mendapatkan ide untuk membuat sesuatu yang mungkin lain dari pada yang lain ? Tiba-tiba saja semangat menjadi membara dan adrenalin memuncak. Makan tak hendak, tidur tak nyenyak, pikiran menghentak. Kreatifitas sungguh membuncahkan jiwa.
Seiring waktu, saya jadi salut dengan mereka-mereka yang berani mengungkapkan ide kreatifnya itu kedalam dunia nyata. Memaksanya keluar dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda tiba-tiba saja mendapatkan ide untuk membuat sesuatu yang mungkin lain dari pada yang lain ? Tiba-tiba saja semangat menjadi membara dan adrenalin memuncak. Makan tak hendak, tidur tak nyenyak, pikiran menghentak. Kreatifitas sungguh membuncahkan jiwa.</p>
<p>Seiring waktu, saya jadi salut dengan mereka-mereka yang berani mengungkapkan ide kreatifnya itu kedalam dunia nyata. Memaksanya keluar dari kungkungan limitasi realita yang ada. Bukankah butuh suatu keberanian tersendiri untuk mengadakan sebuah even pentas jazz di tengah-tengah pedesaan yang selama ini mengenal budaya mereka sendiri seperti acara <a href="http://ngayogjazz.com/web/about-2/" target="_blank">Ngayogjazz 2009</a> kemarin yang sempat saya datangi berbasah-basah ? Salut buat penggagasnya (kl gak salah pak Djaduk ya —CMIIW ).</p>
<p>Ah kenapa beberapa hari ini pikiran saya tidak pernah beranjak dari persoalan kreatifitas (yang saat ini saya sering kebingungan menuliskannya harus menggunakan huruf &#8216;F&#8217; atau &#8216;V&#8217;). <a href="http://wellyardhana.com/2009/11/menjaga-level-kreatifitas/">Lihat saja oleh-oleh saya dari Jogja kemarin</a> (jelas bukan bakpia!!).</p>
<p>Lalu saya teringat percakapan dengan kawan baru tentang sebuah konsep foto unik yang dia siapkan dan akan dieksekusi diseputaran Parangtritis dengan tema seputar air api karang.  Detil sudah tergambar jelas di imajinasinya. Bahkan hingga dari mana dia harus mengambil foto dan alat apa saja yang dibutuhkannya. Dan itu harus dipikulnya karena misi yang diusung adalah pribadi. Wow&#8230;. Inikah yang disebut dengan biaya kreatifitas ?</p>
<p>Saya percaya jawabnya adalah YA! Setiap kreatifitas selalu membutuhkan biaya, bahkan setitik keberanianpun adalah sebuah biaya karena kata biaya tidak hanya terkait dengan dongeng tentang rupiah saja. Karenanya tidak punya uang bukanlah 100% masalah dalam sebuah kreatifitas.</p>
<p>Jadi, tunggu apa lagi, mari bersama melarutkan diri kedalam dunia yang lebih kreatif. Apa ide kreatifmu hari ini ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wellyardhana.com/blog/2009/11/25/biaya-kreatifitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
