Tiga Jam Di Atap Bandung

Tidak ada yang lebih tepat selain Luarrrrr Biasa buat alam kaya Indonesia ini.  Tanah yang subur, hutan yang luas, cuaca yang bersahabat. Semuanya diciptakan untuk kita nikmati. Beruntung baru-baru ini saya berkesempatan menikmatinya dari salah satu sisi Indonesia, Bandung. Pesona sore yang sangat memikat membuat kesendirian yang cuma berteman alat protret ini menenggelamkan saya di atap Bandung selama 3 jam.

IMG_2021

*** Sasaran

IMG_2036

*** The deep inside

IMG_2064

*** Tanah air beta

IMG_2051

*** Thanks God

IMG_2070

***Almost

Cerita Alas kaki

img_0965Disini, kutitipkan ini padamu, hanya sesaat, tak kan lama, biarkan telapak telanjangku ini menikmati pasir dan belerang yang telah lama bergumul ditempat ini. Kawah putih, Agustus 2009, entah sendal siapa ini…

***

Begitu melihat foto ini, seorang kawan langsung berkomentar ‘Sendal gak pernah lupa !’.

Haha… Saya langsung teringat sebuah foto di tahun 2008 lalu yang juga tidak jauh dari benda yang satu ini.  Kebetulan waktu itu baru beli sepatu buat sikecil. Kecil dan imut. Mumpung masih baru, sayang rasanya jika tidak di abadikan. Well, ini lah hasilnya.

IMG_4944_sm ***

Tapi jangan tanya sekarang seperti apa bentuknya. Yang jelas sudah melalui 2 kali pengeleman. Kulit depan dan samping mengelupas kena gesekan. Ibunya tidak habis pikir, bagaimana bagian sampingnya juga ?

***

Bagaimana sepatu sikecil Anda, samakah nasibnya ?

Fakta seputar bulan

IMG_4190 copy

Bulan purnama memang indah, membuat langit tidak legam, membuat pasangan jadi romantis. Tidak sedikit pula cerita-cerita yang mengambil latarbelakang situasi seperti itu. tapi apa iya keberadaan bulan cuma untuk itu ?

Ternyata tidak. Benda langit terdekat dengan bumi ini mempunyai fungsi yang teramat penting bagi kita, menjaga posisi bumi tetap seperti ini selamanya. Bagaimana bisa ?

Gaya tarik bulanlah yang menyebabkan . Dia menahan agar dalam evolusinya bumi bergerak pada sebuah garis lurus. Akibatnya kita mendapatkan musim yang konsisten sepanjang waktu. Wow, hebat bukan skenario penguasa alam ini ?

Masih banyak fakta-fakta menarik seputar benda yang satu ini.  Coba saja baca tulisan di National Geographic ini. Niscaya kita bakal makin yakin tidak ada sesuatu didunia ini yang diciptakan sia-sia.

PS. foto ini diambil beberapa tahun yang lalu di depan rumah sambil menanti tukang nasgor lewat.

Berapa lampu ?

Foto ini berjudul ‘The Diner’ karya Ryan Schude. Dengan setting di sebuah restaurant dan kegiatan didalamnya. Saya hitung ada 20 orang yang terlibat sebagai object disana, belum lagi seekor yang diatas. Menarik bukan ?

Ada passion tersendiri dalam diri saya untuk melibatkan banyak orang dalam sebuah foto seperti ini. Tapi saya masih harus bersabar, karena dibutuhkan persiapan yang matang untuk melakukannya. Karena tidaklah mudah melibatkan banyak orang seperti ini.  Rasanya saya belum cukup kemampuan untuk itu. I hope someday ….

Well, tinggalkan dulu passion saya itu. Mari kita sedikit bermain-main like a kid. Ini pertanyaannya: berapa lampu yang digunakan untuk foto ini ?

Duka lagi

IMG_1890_750

Gempa lagi, duka lagi. Menangis lagi. Sayapun sontak menjadi lebih religius. Belum kering ingatan saya saat memotret deretan tenda-tenda korban gempa di Pengalengan tempo hari.

Beginilah Yang Punya Hidup mengingatkan kita semua. Untuk dimaknai dengan dalam, bukan untuk menyalahkan siapa-siapa. Menurut KompasDotcom, gempa tidaklah membunuh tapi korban berjatuhan karena sikap manusialah.

Saya miris jika mendengar berita tentang korban-korbannya. Keluarga tetangga yang kampungnya di Pariaman rata dengan tanah, seorang kawan kantor yang dengan berat hati harus terbang ke Jawa karena cuti lebarannya telah habis sementara hatinya tetap tertinggal di rumah ibu yang roboh di Padang. Belum lagi mereka-mereka yang tidak kenal, yang selalu saya ikuti beritanya lewat TV dan internet.

Semoga kita semua menjadi orang yang selalu eling dan sabar.